yuk main-main....

Informasi lebih rinci silakan hubungi 08127397697 atau melalui email playonsriwijaya@gmail.com

Selasa, 16 April 2013

“Jangan Asal Dapat Job Rela Mengorbankan Harga Diri dan Profesi”


Sampul Forum AELI Edisi Februari 2013

Rekan-rekan, edisi pertama ini kita sangat beruntung bisa berkenalan dengan seorang Fasilitator Experiential Learning (selanjutnya kita sebut Fasel saja yach) yang pengalamannya terhitung komplet. Sekomplet apakah, langsung saja kita ikuti perbincangannya.



Bang, bisa dong memperkenalkan diri, sekaligus data-data umumnya.

Oh, gitu, baiklah,

Nama lengkap saya Dante Mayindra, biasa dipanggil Cok Dante.

Numpang lahir di Tembilahan Tanggal 13 maret 1968.

Status sudah berkeluarga.

Alamat di Perum Rindang Garden Blok G2 No 6 Bt. Aji Batam.

No Telephone 0812 610 2644

Email       : dante mayindra@yahoo.com

                : venturabatam@yahoo.co.id

                : ambawanikelana@yahoo.co.id

                : boat@gmail.com

Saat ini saya menjabat sebagai direktur operasional Ambawani Kelana Nusa (PT) yang merupakan induk perusahaan dari Batam Outdoor Adventure Training (BOAT) dan Ventura Outdoor Adventure Equipment.


Wow, lengkap dan luar biasa. Sekarang gimana nih cerita pertama kali Bang Cok terlibat dalam dunia EL?

Duh awalnya sih dimulai saat kuliah dulu. Saat masih kuliah dulu saya terlibat sebagai anggota MAPALA PROKLAMATOR UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG/

Saat itu ada teman dari perhimpunan WANADRI  (ARIJAL angkatan Elang Rimba) yang lagi ada kerjaan di Padang. Dan beliau lah yang pertama kali mengenalkan dunia pelatihan yang berbeda dengan pelatihan yang biasanya di lakukan oleh organisasi.



Pada saat itu saya juga terlibat di provider wisata petualangan.

Tahun 1999 saya hijrah ke Batam dan mencoba berkarir sebagai kuli/karyawan pabrik

Dan selama menjadi kuli/karyawan tersebut, saya banyak mempelajari sistem yang ada di perusahaan tempat saya bekerja tentang pelatihan yang diadakan oleh perusahaan. Yang saya rasakan kok pelatihan yang diadakan tidak terlalu effektif dan lebih banyak hanya sekedar lepas budget dari perusahaan yang harus dihabiskan.
 
Nah dari sini saya berfikir untuk memulai ulang lagi.

Saya bertemu dengan Kang Didi dan Mbak Emma. Dari beliau berdua lah saya banyak mendapat pembelajaran tentang dunia EL dan outdoor training


Bang, apa sih asyiknya bergumul dengan aktivitas semacam itu (EL)?

Asyikya di dunia pelatihan ini kita sering ketemu dengan berbagai macam klien dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, jabatan, dan lingkungan kerja. Jadi kita sendiri juga banyak belajar secara tidak langsung dengan klien kita. Hehehe



Terus, jika misalnya dapat orderan pelatihan nih, hal-hal apa saja yang Bang Cok persiapkan?

Kalau dapat orderan di daerah sendiri mungkin tidak serumit saat kita dapat diluar daerah. Kalau dapat di daerah sendiri jelas kita ingin mengetahui latar belakang peserta, goal yang diinginkan oleh perusahaan (klien)

Nah dari sini baru kita siapkan program pelatihannya, menyiapkan lokasi yang diinginkan oleh klient, menyiapkan team, menyiapkan peralatan.

Sebelum turun H-1 seluruh team dan peralatan sudah dilokasi dan kita mempelajari lokasi tersebut, setting area.



Nah yang agak panjang proses nya adalah pada saat kita dapat orderan diluar daerah teroterial kita (luar kota maksudnya), apalagi jika di area yang tidak pernah kita bermain. kita harus survey area tersebut dahulu dengan menyiapkan berbagai form isian selama kita atau team yang kita kirim untuk survey. Hasil tersebut yang akan kita bahas dalam rapat team. Untuk menyiapkan keberangkatan dan eksekusi nantinya di lokasi tersebut.



Ada nggak pengalaman paling mengesankan selama menjadi fasel?

Pengalaman yang mengesankan saat dalam dunia pelatihan ada sedih dan gembiranya.

Dukanya saat saya baru memulai di Batam dan diajak oleh teman untuk kerjasama dengan mereka. Setelah hampir selesai settingan area dan pembuatan program, secara halus mereka ingin memutuskan kerjasama, dan yang jeleknya. Mereka memata-matai kegiatan apa yang saya buat dan kerjakan.



Gembiranya saya bisa bertemu dengan berbagai peserta. Baik pelatihan untuk remaja mesjid, jemaat gereja, anak sekolahan, manager perusahaan, pekerja dari berbagai suku  dan bangsa.

Yang berkesan adalah pada saat saya menangani anak-anak sekolah dari Singapura. Mereka lebih kritis dan aktif dibandingkan dengan anak-anak sebaya mereka dari tempat kita sendiri.

Tapi pada saat saya di Pekanbaru juga menangani anak sekolah. Dibandingkan dengan anak sekolah yang di Batam, ternyata juga berbeda. Disini jadi catatan sendiri bagi saya bahwa dunia EL tidak sama penerapan tiap daerah di Indonesia.


Wah, pengalaman yang asyik ya. Menurut Bang Cok, peran EL dalam pendidikan kita gimana sih?

Peran EL sebenarnya cukup besar dan sangat besar pengaruhnya dengan dunia pendidikan. Toh EL juga dunia yang akan mengedukasi pesertanya.

Pertanyaannya adalah apakah kita sudah menjalankan dunia EL seperti dunia pendidikan yang ada? Seperti pelatihan outdoor training yang dilakukan di daerah asalnya?



Kan saat ini banyak provider yang tumbuh menjamur, Pertanyaannya adalah, apakah teman-teman di provider menjalankan hanya  bisnis semata atau juga memikirkan edukasinya?


Bang, di Indonesia khan ada AELI, gimana pendapat Abang mengenai AELI?

AELI menurut saya merupakan asosiasi profesi sebagaimana seperti asoiasi prosfesi yang lain yang dapat mengarahkan dan mempunyai aturan yang harus diikuti oleh seluruh anggotanya. Tentunya AELI harus terkait dengan departeman yang berhubungan dengan kegiatan dan profesi, misalnya dengan DEPNAKER, PARIWISATA, DEPDIKNAS, DAN DEPARTEMEN YANG TERKAIT Lainnya


Wah, tantangan bagi AELI tuh. Selain jadi Fasel, kayaknya Outdoor Activity Bang Cok jadikan bisnis professional nih, gimana tuh awal mulanya?

Bisnis yang terbaik itu adalah yang berdasarkan dari hobby. Seperti yang saya sampaikan diatas. Awalnya saya berkegiatan adalah hobby di petualangan. Disini saya melihat berbagai peluang usaha yang tentunya bisa menghasilkan profit. Misalnya dari peralatan dan wisata petualangan. Nah disinilah awal saya mulai terjun dibidang usaha outdoor activity. Apalagi pada saat ini dengan semakin berkembangnya peminat baik semakin menjamurnya yang buat provider, baik provider pelatihan maupun provider wisata. Nah ini kan peluang usaha, dimana mereka pasti butuh jasa. Baik itu jasa sebagai konsultan, pengadaan peralatan serta design area. Yang sering terjadi adalah peserta yang ikut dalam paket yang disediakan sering mengoleksi secara pribadi peralatan selama mereka berkegiatan. Nah ini peluang usaha yang saya lihat.


Wah, suskes selalu dengan usahanya, ya Bang, Sekarang yang terakhir nih, apa pesan Bang Cok pada sesama Fasel di Indonesia.

Mari kita hormati profesi kita sebagai FASEL. Jangan pernah mau jadi “PELACUR PROFESI”

Hargai profesi kita sendiri dan usaha kita. Jangan asal dapat job rela mengobankan harga diri dan profesi. Karena hal ini akan berdampak kepada yang lain, baik  FASEL ataupun provider. Ini merupakan suatu profesi, dimana banyak yang menggantungkan periuk berasnya ke kegiatan ini, jadi dalam masalah pembayaran untuk belanja kita tetap bayar setiap selesai event.

Pada saat kita melakukan kegiatan di luar teritorial kita, tentunya perlu bantuan dan kerjasama dengan provider yang menguasai daerah tersebut, nah disinilah sebenarnya perlu kejasama kita sebagai sesama pelaku EL.



Tentang pembayaran tadi, gimana itu maksud Abang?
Ini juga salah satu keprihatinan saya, terutama untuk teman-teman yang menjadi provider outdoor training. Banyak diantara kita itu provider yang nggak punya staf atau pegawai tetap. Jadi kalau dapat job, provider tersebut harus mencari teman-teman instruktur atau Fasel lain yang sering juga disebut part-timer. Nah, provider tentunya juga harus memperhatikan tenaga-tenaga part timer tersebut, salah satu caranya ya dengan member imbalan atau honor ketika kegiatan usai.

Saya pernah dan sering juga menjumpai beberapa teman yang sudah diajak menyukseskan suatu event, eee.... honor nggak kunjung keluar, kasihan kan mereka. Bahkan ada lho, teman yang sudah 3 kali diajak “tampil” tetapi belum juga mendapat honor, sedih saya melihatnya. Mau mengkritik si provider, kok ya nggak pantas dan bukan kewenangan saya.



Kalo Bang Cok sendiri gimana sistemnya?

Kalau saya sih honor untuk para teman-teman part timer sudah disiapkan justru sebelum kegiatan dimulai. Kita khan bias menghitung omzet dan profit suatu acara pelatihan misalnya. Nah, saya selalu menyiapkan amplop honor untuk para part timer sehingga langsung seusai acara, mereka bisa menerimanya.

Kalo kegiatan ke luar daerah, saya juga sempatkan membeli oleh-oleh untuk mereka, terutama yang sudah berkeluarga, itu bukan dipotong dari honor mereka lho, tapi memang ada pos khusus.

Saya khan memulai dari bawah, mulai dari kuli, dan kini sudah berkeluarga, jadi tahu lah perasaan anak istri kalau ditinggal suami untuk ikutan memfasilitasi event. Tentu akan senang jika suaminya pulang dari luar daerah dengan membawa oleh-oleh.



Wah luar biasa Abang kita ini, patut dicontoh nih oleh teman-teman provider lain.

Kalau ada yang mencontoh, bahkan lebih baik ya syukur. Yang perlu kita ingat khan teman-teman paart timer itu sebenarnya asset bagi provider/ perusahaan, jadi sudah seharusnya jika mereka juga dihargai dengan layak.



Wah, terimakasih banget Bang Dante “Cok” Mayindra atas kesempatan berbagi pengalamannya. Semoga segala hal tadi bisa menginspirasi teman-teman Fasel lainnya, baik yang sudah mapan, maupun sedang merintis.




Berikut ini catatan sepak terjang Bang Cok sebagai pengakhir profil



2005 – Now                          : Director of Ventura Outdoor Adventure Batam         

October 2009 – Now          : Operation Director of Ambawani Kelana Nusa,

2009 – 2012                         : Consultan Training HIMPALA UNRIKA BATAM,

  Consultan Training K-PAL Politeknik Negeri Batam,

  Consultan Training Tuah Sakti Outdoor Training Camp Batalyon 134 Tuah Sakti Batam

June 2005 – 2011                                : PT KSW Batam as Maintenance

April 2004 – Sept 2004      : PT. Stanley Industry as Production Engineer

2002 – 2004                         : PT. Pan United Shipyard Indonesia as Assistant Supervisor Marine Electrical

April 2002 – July 2002        : PT. Toyo Kanetsu Indonesia as PWHT

1999 – 2000                         : PT. Yeakin Plastics industry as Production Supervisor

1998 – 1999                         : MAPALA PROKLAMATOR as Chief Organization

1999                                       : Search And Rescue as Search Mission Commander Marapi Mount West Sumatera

                                                  Heli Rescue Training

1988 to 1999                        : Universitas Bung Hatta, Padang; Facultas Teknik Industri Jurusan Teknik Elektro

1984 to 1987                        : STM N 2 Padang jurusan Elektronika  Padang                              

1981 to 1984                        : SMPN Karang Anyer Dumai
1975 to 1981                        : SDN IV, Dumai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar